Save my plant
Lampiran 6 Lembar Kerja Peserta Didik
Identitas siswa:
Nama : Timmothy andreast gofast
Kelas : XII MIPA 1
No. Absen : 31
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Selama masa pandemi, 'demam berkebun' melanda masyarakat, Hal yang diyakini makin diminati sebagai
momentum mendekatkan manusia dengan alam. Sarah Adipayanti adalah Learning
Coordinator Kebun Kumara, sebuah wadah belajar berkebun yang berdiri sejak 2016
menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk berkebun makin tinggi di tengah
pandemi. Kegemaran berkebun seharusnya diikuti dengan kemampuan merawat tanaman
agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik. Tanaman yang ada dirumah
seringkali mengalami masalah-masalah atau penyakit seperti tumbuh tinggi dan
kurus, sedikit atau tidak berbunga, daun menguning, daun hangus, daun
kecoklatan, tanaman lemas dan kondisi lainnya.
Dengan mempelajari materi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan
kita seharusnya bisa menganalisa faktor pertumbuhan apa yang kurang atau
terganggu sehingga tanaman tumbuh tidak optimal. Pada kegiatan project base
e-learning “Save my Plant” kita akan
melakukan upaya penyelamatan pada tanaman yang tumbuh tidak optimal,
menganalisa penyebab, melakukan perawatan dan akhirnya akan menyelamatkan
tanaman tersebut. Berikut adalah kegiatan yang harus dilakukan
1.2. RUMUSAN
MASALAH
Adapun rumusan masalah
dari penulisan laporan Project Base E-Learning “Save my Plant” yaitu sebagai berikut :
1. Apa
saja faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan tanaman?
2. Bagaimana
cara penanggulangan atau penyembuhan tanaman jika terkena faktor penghambat
tersebut?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.PENGERTIAN
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Salah
satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang. Yang dimaksud dengan
Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada seluruh
mahluk hidup berupa pertambahan ukuran volume, tinggi, dan massa yang
bersifat irreversible (tidak dapat kembali). Pertumbuhan dapat diukur
secara kuantitatif dalam satuan ukuran panjang dan berat. Perkembangan adalah
proses menuju kedewasaan. Perkembangan tidak dapat diukur secara kuantitatif,
tetapi dapat dinyatakan secara kualitatif.
2.2.FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup. Faktor-faktor tersebut dapat
dibedakan menjadi Faktor Internal dan Faktor Eksternal.
Faktor Internal
adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari dalam
tumbuhan itu sendiri.
·
Faktor Internal meliputi
:
1. Gen
Gen merupakan substansi pembawa sifat
yang diturunkan dari induk ke generasi selanjutnya. Gen mempengaruhi ciri dan
sifat makhluk hidup dimana pada tanaman mempengaruhi bentuk tubuh, warna bunga,
dan rasa buah.
2. Hormon
Hormon merupakan zat yang berperan
dalam mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun jumlahnya sedikit,
hormon memberikan pengaruh nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh.
Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman ada beragam
jenisnya.
a. Auksin,
berperan untuk memacu proses pemanjangan, pembelahan, dan d iferensiasi sel.
b. Giberelin,
berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan
akar dan cabang tanaman.
c. Etilen,
berperan untuk pematangan buah dan perontokan daun.
d. Sitokinin,
berperan untuk pembelahan sel atau sitokenesis, seperti merangsang pembentukan
akar dan cabang tanaman.
e. Asam
absitat, berperan untuk proses penuaan dan gugurnya daun.
f. Kalin,
berperan untuk proses organogenesis tanaman.
g. Asam
traumalin, berperan untuk regenerasi sel apabila mengalami kerusakan jaringan.
Sedangkan Faktor Eksternal adalah
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari luar tumbuhan, yaitu
lingkungan beserta komponen abiotiknya.
·
Faktor Eksternal meliputi
:
1. Nutrisi
Nutrisi merupakan bahan baku dan
sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan kuantitas nutrisi
akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanaman membutuhkan
nutrisi berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air. Melalui proses
fotosintesis, air dan karbon dioksida diubah menjadi zat makanan. Zat hara
tidak berperan langsung dalam proses fotosintesis, namun sangat diperlukan agar
tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
2. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tanaman sangat membutuhkan cahaya
matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat
pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat
pada ujung batang.
3. Air
dan Kelembapan
Air dan kelembaban merupakan faktor
penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat dibutuhkan oleh makhluk
hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan
tempat berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Kelembaban
mempengaruhi keberadaan air yang dapat diserap oleh tanaman mengurangi
penguapan. Kondisi ini sangat mempengaruhi sekali terhadap pemanjangan sel.
Kelembaban juga penting untuk mempertahankan stabilitas bentuk sel.
4. Suhu
Suhu memiliki pengaruh nyata terhadap
pertumbuhan dan perkembangan tanaman Hal ini disebabkan karena semua proses
dalam pertumbuhan dan perkembangan seperti penyerapan air, fotosintesis,
penguapan, dan pernapasan pada tanaman dipengaruhi oleh suhu.
5. Kesuburan
tanah
Tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tanaman. Tanaman akan tumbuh dan berkembang dengan optimal bila
kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan unsur hara.
Kondisi tanah ditentukan oleh faktor lingkungan lain, misalnya suhu, kandungan
mineral, air, dan derajat keasaman atau pH.
BAB III
PENELITIAN
3.1. OBJEK PENELITIAN
·
TANAMAN AGLONEMA
Istilah Aglaonema berasal dari bahasa Yunani “aglos”
yang berarti benang cantik dan “ema” yang mengacu pada daun-daun yang
bagus. Tanaman ini memiliki sifat pemurni udara yang kuat yang memiliki dampak
positif pada iklim.
Aglaonema adalah tanaman asli Asia Tenggara, di mana
tanaman tersebut tumbuh di Thailand, Sri Lanka, Indonesia, dan Filipina.
Tanaman ini tumbuh sebagai undergrowth (tumbuhan bawah) di
hutan hujan tropis dengan kelembaban tinggi, suhu tinggi dan sinar matahari
yang disaring.
Tumbuhan tersebut termasuk famili Araceae (Arum), ditandai
oleh gagang dan spathe yang mekar (spathe: selubung
besar yang menyelimuti rumpun bunga tanaman tertentu). Aglaonema tidak memiliki
perbungaan mencolok, tetapi dedaunannya yang bermotif dekoratif.
Famili Araceae memiliki lebih banyak tanaman dedaunan
seperti Dieffenbachia, Alocasia, Caladium, Monstera,
Philodendron, dan Epipremnum. Selain itu,
mencakup pula tanaman berbunga seperti Anthurium, Zantedeschia dan Spathiphyllum.

Gambar 3.1 Tanaman Aglonema
3.2. KLASIFIKASI TANAMAN AGLONEMA
Klasifikasi Tanaman
Aglaonema
·
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
·
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
·
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
·
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
·
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
·
Sub Kelas: Arecidae
·
Ordo : Arales
·
Famili: Araceae (suku talas-talasan)
·
Genus: Aglaonema
·
Spesies: Aglaonema crispum
3.3.
PERMASALAHAN
Adapun permasalahan yang sering
terjadi pada tanaman aglonema adalah :
·
Daun
pada tanaman mengalami klorosis daun menguning
·
Akar
pada tanaman yang putus (membusuk)

Gambar 3.2
aglonema yang mengalami klorosis dan akar putus (membusuk)
(sebelum dioperasi)
3.4. ANALISIS APA YANG MENYEBABKAN
PERMASALAHAN TERJADI
1. CAHAYA
MATAHARI
Tanaman hias aglonema
akan tumbuh subur jika ditempatkan di bawah sinar matahari tidak langsung
dengan intensitas cahaya rendah. Tapi, apabila tanaman hias aglonema ini
terlalu lama atau terlalu sering terkena paparan sinar matahari langsung, maka
daun aglonema bisa terbakar. Daun aglonema yang terbakar ini akan berubah warna
menjadi kuning.
2. MEDIA
TANAM TERLALU LEMBAB
Sering sekali penyebab utama kasus daun
aglonema yang menguning adalah karena tanah atau media tanamnya terlalu lembap.
3. HAMA
Hama yang menyebabkan akar dari aglonema
putus (membusuk)
3.5.
CARA PENANGGULANGAN
1. Memindahkan
aglonema ke tempat dengan intensitas cahaya matahari yang tidak telalu tinggi
2. Jangan
terlalu sering menyiram tanaman aglonema
3. Memberikan
vitamin B1 agar nutrisi tanaman tercukupi
4. Jika
akar sudah membusuk potong akar yang membusuk tersebut

Gambar 3.3 aglonema yang sudah
diberikan penanganan
BAB IV
KESIMPULAN
1.
Aglonema
adalah tanaman hias yang rentan dengan suhu yang relative tinggi tetapi juga
rentan dengan kondisi yang terlalu banyak air (lembab)
2.
Penanggulangan
masalah masalah seperti daun menguning dan akar membusuk pada aglonema dapat ditangani
dengan car acara yang sederhana seperti memindahkan aglonema ke tempat yang
tidak langsung terpapar cahaya matahari,jangan terlalu sering menyiram
tanaman,dan pemberian vitamin B1 yang cukup
DAFTAR PUSTAKA
·
https://klasifikasitanaman.blogspot.com/2013/10/klasifikasi-tanaman-aglaonema.html
·
https://dheazr.blogspot.com/2020/03/laporan-praktikum-biologi-percobaan.html
Comments
Post a Comment